Laman

Selasa, 11 Januari 2011

kesalahan menulis pada media cetak kemudian perbaiki sesuai EYD

Polisi Belum Temukan Motif Bentrokan

Palmerah, Warta Kota
KEPOLISIAN Resor Metropolitan Jakarta Barat (Polrestro Jakbar) belum menemukan motif yang menyebabkan terjadinya bentrokan antarkelompok di Jalan Tubagus Angke, Grogol.
"Polisi masih menyelidiki motif dibalik peristiwa itu dengan memeriksa saksi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Senin (10/1).
Baharudin menyebutkan polisi menerima dua versi penyebab kejadian bentrokan massal itu berdasarkan keterangan dari kelompok yang bertikai.
Versi pertama menyebutkan ada sekelompok massa yang mencegat kelompok lain saat akan melayat anggotanya yang meninggal dunia, sedangkan versi kedua kelompok lain menyerang lawannya ketika membeli air mineral.
Baharudin belum bisa memastikan versi mana yang benar, namun petugas masih mendalami motif insiden peristiwa perkelahian massal itu dengan memeriksaa sejumlah saksi.
Mantan Kabid Humas Polda Sumatera Utara itu, menegaskan penyidik akan memeriksa anggota yang terlibat bentrokan maupun para pimpinan kelompok tersebut.
"Tapi penanganan pidananya tetap untuk individu bukan kolektif," ujar Baharudin.
Baharudin membenarkan kelompok massa yang terlibat perkelahian massal itu merupakan organisasi masyarakat (ormas), namun pihaknya enggan menyebutkan nama kelompoknya karena khawatir menimbulkan bentrokan susulan.
Saat ini, polisi berupaya mengumpulkan barang bukti dalam insiden bentrokan itu, guna penyelidikan lebih lanjut.
Perwira menengah kepolisian itu, menyatakan polisi sudah berupaya melerai bentrokan yang melibatkan ratusan anggota kelompok, namun situasi tidak mereda.
Bahkan Kepala Bagian Operasi Polrestro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Suparmin mengalami patah tulang rongga hidung karena terkena lemparan batu.

sumber : koran warta kota

1 komentar:

  1. menurut saya : perbaikan penggunaan kalimat EYD.

    Polisi Belum Temukan penyebab Bentrokan

    KEPOLISIAN Resor Metropolitan Jakarta Barat (Polrestro Jakbar) belum menemukan motif yang menyebabkan terjadinya bentrokan antar kelompok di Jalan Tubagus Angke, Grogol.

    "Polisi masih menyelidiki motif dibalik peristiwa itu dengan memeriksa saksi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Senin (10/1).

    Baharudin menyebutkan polisi menerima dua versi berbeda,penyebab kejadian bentrokan massal itu berdasarkan keterangan dari kelompok yang bertikai tersebut.

    Versi yang pertama menyebutkan ada sekelompok massa yang mencegat kelompok lain saat akan melayat anggotanya yang meninggal dunia, sedangkan versi yang kedua kelompok lain menyerang lawannya ketika membeli air mineral.

    Baharudin belum bisa memastikan versi mana yang benar, namun petugas masih mendalami motif insiden peristiwa perkelahian massal itu dengan memeriksaa sejumlah saksi.

    Mantan Kabid Humas Polda Sumatera Utara itu, menegaskan penyidik akan memeriksa anggota yang terlibat bentrokan maupun para pimpinan kelompok tersebut.

    "Tapi penanganan pidananya tetap untuk individu bukan kolektif," ujar Baharudin.

    Baharudin membenarkan kelompok massa yang terlibat perkelahian massal itu merupakan organisasi masyarakat (ormas), namun pihaknya tidak menyebutkan nama kelompoknya karena khawatir menimbulkan bentrokan susulan.

    Saat ini, polisi berupaya mengumpulkan barang bukti dalam insiden bentrokan itu, guna penyelidikan lebih lanjut.

    Perwira menengah kepolisian itu, menyatakan polisi sudah berupaya melerai bentrokan yang melibatkan ratusan anggota kelompok, namun situasi tidak mereda.

    Bahkan Kepala Bagian Operasi Polrestro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Suparmin mengalami patah tulang rongga hidung karena terkena lemparan batu.

    BalasHapus